Hmmm… Bagaimana yaa caranya membangun mood si kecil agar menjadi lebih bagus sekaligus menyehatkan tubuh mereka?  Ini salah satu caranya, yaitu dengan mengajak si kecil melakukan aktivitas fisik yang beragam. Aktivitas fisik seperti menari, bermain bola, berlari, melompat, dan memanjat, tidak hanya membuat mood si kecil menjadi happy namun sekaligus melatih kekuatan, kelenturan, dan daya tahan tubuhnya.

Si kecil yang happy dan berenergi dapat diarahkan untuk melakukan aktivitas seperti bersepeda agar ia dapat menyalurkan energi dan melatih otot tubuhnya, atau berenang untuk melatih jantungnya. Selain itu, parents juga bisa mengajak si kecil untuk berlari bersama atau menari. Ketika parents memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada si kecil untuk mencoba beragam aktivitas baru, berarti moms and dads juga telah mendorong si kecil untuk memiliki gaya hidup sehat sejak dini sekaligus menguasai skill baru.

Tantangannya adalah tidak semua anak mau atau terbiasa dengan semua aktivitas fisik tersebut. Saat ini, sebagian besar anak-anak terbiasa menghabiskan waktu bermain di dalam rumah saja, apalagi dengan tersedianya berbagai gadget permainan seperti playstation, komputer, dan tablet yang mencuri perhatian dan sebagian besar waktu mereka. Sebagai solusinya, parents dapat mendorong si kecil agar lebih aktif bergerak demi perkembangan sosial dan kebugaran tubuhnya, dengan mengikuti beberapa tips berikut ini.

Tips- tips  untuk mendorong  si kecil agar aktif secara fisik:

  • Moms and dads pasti pernah mendengar pepatah ‘Like father, like son’. Yupp, apa yang dilakukan si kecil akan sangat dipengaruhi oleh apa yang dilakukan oleh orang tua. Jika si kecil susah diajak aktif dalam berbagai aktivitas fisik bisa jadi karena moms and dads tidak memberikan contoh yang tepat padanya. Luangkan waktu setidaknya sehari dalam sepekan untuk bermain bola bersama si kecil atau melakukan aktivitas fisik apapun yang disukai olehnya di luar rumah. Si kecil pasti akan sangat bahagia menghabiskan waktu dan beraktivitas bersama orang tuanya.

 

  • Moms and dads dapat memberikan motivasi pada si kecil ketika dia mengalami kesulitan pada saat melakukan aktivitas fisik. Sebagai contoh ketika si kecil baru belajar naik sepeda, pasti ada rasa takut dan banyak kegagalan yang dialami si kecil ketika mulai belajar. Parents dapat menyemangati dia untuk terus mencoba sampai bisa.

 

  • Sebagai langkah awal untuk memotivasi si kecil agar mau bermain di luar rumah, moms and dads bisa menyempatkan waktu bermain bersama di halaman belakang rumah meskipun hanya bermain ular tangga, tebak-tebakan, atau memberi makan hewan peliharaan. Suasana dan udara di luar rumah bagus untuk merangsang minat anak untuk melakukan aktivitas fisik.

 

  • Parents juga bisa mengajak dan melibatkan teman-teman seusia si kecil untuk bermain disekitar rumah. Atau jika sudah memungkinkan, si kecil bisa diikutsertakankan ke dalam klub olahraga, sanggar tari, atau komunitas lainnya. Selain mendorong si kecil agar lebih aktif secara fisik, saat bertemu dengan teman-teman sebayanya, dia juga dapat melatih kemampuan bersosialisasinya.

 

  • Memiliki agenda untuk beraktivitas diluar rumah secara rutin seperti berkemah atau penjelajahan bersama anggota keluarga lainya, adalah hal yang sangat baik. Moms and dads juga bisa mengajak keluarga dari teman-teman si kecil untuk beraktivitas bersama agar lebih seru dan menyenangkan.

 

  • Si kecil juga bisa dilibatkan dalam berbagai aktivitas di sekitar rumah seperti berkebun, menyiram tanaman, mencuci mobil, atau membersihkan kaca jendela. Beragam aktivitas tersebut selain melatih si kecil untuk aktif secara fisik juga akan melatih kepeduliannya terhadap lingkungan.

 

  • Ketika moms and dads bermaksud memberikan hadiah pada si kecil, misalnya pada saat dia berulang tahun atau kenaikan kelas, moms and dads bisa memberikan hadiah yang dapat memotivasi dia untuk beraktivitas secara fisik. Alternatif hadiah yang mungkin bisa dipilih untuk si kecil antara lain sepeda, bola, atau skuter.

 

  • Langkah penting lainnya adalah mengurangi waktu bagi si kecil untuk nonton TV dan bermain game di komputer atau gadget lainnya. Terlalu banyak menghabiskan waktu untuk menonton TV termasuk bermain game menggunakan komputer atau gadget lainnya, kurang baik bagi perkembangan fisik dan sosial si kecil. Parents dapat memberikan batasan untuk si kecil yaitu tidak lebih dari 2 jam per hari untuk menonton TV atau menggunakan gadget.

Pin It on Pinterest