Moms and dads pasti sangat menunggu – nunggu ketika si kecil melangkahkan kaki untuk pertama kalinya. Momen itu merupakan pengalaman yang sangat membahagiakan sekaligus merupakan kemajuan dari perkembangan si kecil yang sangat dinanti. Tetapi yang moms and dads perlu ingat, tumbuh kembang setiap bayi berbeda satu dengan yang lain. Tidak perlu selalu membandingkan perkembangan si kecil dengan bayi lainnya atau menjadi khawatir berlebihan apabila si kecil belum menunjukkan tahapan perkembangan yang sesuai dengan umurnya.

Kecepatan untuk belajar berjalan pun berbeda – beda pada setiap bayi. Umumnya jika bayi Moms and Dads agak terlambat untuk dapat tengkurap dan merangkak, maka ia pun akan sedikit terlambat untuk mulai berjalan, sedikit meleset dari waktu sebenarnya. Namun, jika si kecil tidak menunjukkan kemampuannnya berjalan saat menginjak usia dua tahun, segera konsultasikan ke dokter anak atau dokter spesialis yang mengerti penyebabnya, sehingga bisa dilakukan tindakan secepat mungkin.

Nah, yang perlu moms and dads perhatikan adalah jika si kecil sudah menampakkan tanda-tanda seperti mengangkat dirinya dengan bantuan, atau  merambat. Itu adalah pertanda bahwa sebentar lagi si kecil berjalan sendiri dengan kaki- kakinya yang mungil. Fase-fase tersebut biasanya terjadi pada rentang usia 9 – 12 bulan. Setiap tahapan tumbuh kembang si kecil mulai dari mengangkat dirinya dengan bantuan sampai ke tahap akhir si kecil dapat berjalan tentu membutuhkan waktu, proses, dan stimulasi-stimulasi dari moms and dads.

Moms  and dads bisa membantu menstimulasi si kecil untuk melatihnya berjalan dengan langkah- langkah berikut ini:

  1. Mengamankan medan untuk si kecil bereksplorasi

Sebelum si kecil mulai bereksplorasi, jauhkan benda – benda berbahaya seperti benda tajam dan kabel-kabel dari jangkauan si keci. Tutup juga stop kontak listrik yang ada di rumah. Singkirkan tumpukan kardus atau koran yang menggunung, dan lindungi pinggiran meja bersudut tajam dengan penutup khusus. Moms and dads juga dapat menggelar karpet yang empuk atau bantal kursi untuk menjadi bantalan si kecil jika ia terjatuh.

  1. Merangkaklah sebelum berjalan

Moms and dads perlu mengetahui bahwa otot-otot yang paling diperlukan untuk membuat si kecil siap berjalan bukanlah otot-otot kaki melainkan otot- otot penopang tubuh yang kokoh terlebih dahulu. Oleh sebab itu,  si kecil dianjurkan untuk mendapatkan porsi waktu yang cukup untuk belajar merangkak dengan benar terlebih dahulu. Merangkak akan melatih berbagai aspek yang diperlukan si kecil sebelum  ia siap berjalan.

  1. Lepaskan alas kaki si kecil

Saat mempelajari langkah-langkah pertamanya, lepaskan alas kaki si kecil dan biarkan si kecil bertelanjang kaki. Moms and dads pun dapat mengatur posisi telapak kakinya supaya menginjak dengan tepat. Jika lantai di rumah  terasa dingin, lapisi dengan karpet tipis yang tidak licin. Beberapa bayi akan memulai berjalan dengan berjinjit, biarkan dahulu kemudian perbaiki pijakannya perlahan.

  1. Bantu si kecil berdiri tegak

Ketika posisi kaki si kecil sudah seimbang dan siap untuk berdiri, latihlah si kecil untuk berdiri sendiri selama dia bisa. Jika si kecil mulai duduk lagi, semangati si kecil agar ia mau melakukan kembali usaha yang baru dilakukannya tadi.

  1. Biarkan si kecil memegang salah satu atau kedua tangan Moms/Dads

Berikan kesempatan si kecil untuk melangkah sedikit demi sedikit dengan memegang tangannya, agar si kecil lebih percaya diri.  Ketika si kecil sudah mulai berani melangkah, jangan langsung melepaskan tangan si kecil, karena dia belum  sepenuhnya mampu untuk melangkah sendiri.

  1. Belajar sambil bermain

Moms and dads dapat terlibat aktif dalam proses belajar si kecil untuk berjalan  melalui permainan-permainan sederhana, namun seru. Beberapa permainan yang dapat moms and dads lakukan seperti meminta si kecil memasukkan bola kecil ke dalam keranjang yang terletak pada jarak tertentu.

  1. Tak selalu butuh baby walker

Penggunaan baby walker sebagai media utama pembelajaran kemampuan berjalan tidak dianjurkan karena alasan keamanan. Namun, push and pull toys dapat moms and dads gunakan (dalam pengawasan) untuk membangun kepercayaan diri si kecil. Selain itu, ada fitur musik dalam mainan yang akan menambah ketertarikannya untuk terus melangkah.

  1. Ajarkan si kecil untuk berenang

Pada masa tumbuh kembang seperti ini, membiasakan si kecil untuk berenang ternyata sangat membantu perkembangan otot-otot kakinya menjadi lebih kuat.

 

Sekali lagi, moms and dads perlu selalu mengingat bahwa setiap anak memiliki tahapan tumbuh kembang berbeda-beda dan keistimewaan sendiri-sendiri. Tidak perlu selalu membandingkan tumbuh kembang si kecil secara kasat mata dengan anak lainnya. Ada baiknya moms and dads berkonsultasi dengan dokter anak dan melengkapi grafik tumbuh kembang si kecil secara rutin. Semoga artikel diatas dapat menambah pengetahuan dan membantu moms and dads saat mendampingi si kecil di setiap tahapan tumbuh kembangnya ya. Happy parenting.

Pin It on Pinterest